Index Berita   Suara Pembaca   Galeri Foto   Galeri Video   Mobile Version   Games   Iklan Baris Hari ini: Senin, 29 Mei 2017 10:47

Ini cara pemerintah paksa mobil murah pakai Pertamax

Kamis, 17 April 2014 11:37
Suara · SolusiMobil
Menteri Keuangan Chatib Basri berkeras mobil murah ramah lingkungan (LCGC) harus dipaksa mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Itu supaya anggaran subsidi tidak jebol seiring dengan semakin banyaknya kendaraan bermotor terjual di masyarakat.Dia mengatakan, sudah menemui Kementerian Perindustrian yang selama ini membina industri otomotif dan mendorong LCGC. Ada wacana soal pemberian sanksi bila pengguna mobil murah membeli BBM bersubsidi, tapi menurut menkeu, itu sulit diimplementasikan."Industri bilang siapkan hukumannya, tapi itu di lapangan sulit. Siapa mau jadi polisinya? Sementara kalau sekadar imbauan tidak bisa," kata Chatib, di Jakarta, Senin (7/4).Dari bendahara negara, ada informasi menarik bahwa mobil yang dijual di bawah Rp 100 juta itu bisa didesain tangki BBM-nya, supaya cuma bisa dilayani dengan selang (nosel) kecil. Selang itu hanya bisa melayani penjualan Pertamax, atau BBM non-subsidi lainnya.Chatib berharap ide itu bisa diwujudkan, karena lebih efektif memaksa LCGC membeli BBM non-subsidi. "Dengan nosel itu, tidak perlu sanksi. Dengan sendirinya dia (pengguna LCGC) tidak bisa pakai BBM subsidi," tandasnya.Kemenkeu mengakui, kebijakan LCGC memang menambah penerimaan pajak. Sebab, nyaris seluruh komponen dibuat di Indonesia. Tapi, jika ternyata volume BBM subsidi sebanyak 48 juta kiloliter tahun ini jebol karena mobil murah ikut beli premium, maka pemerintah tetap rugi."Dari segi pajak mungkin kita dapat tambahan, tapi kan saya mesti tetap lihat bagaimana dampaknya pada pengeluaran dari segi subsidi di APBN. Itu yang jadi perhatian saya sehingga kemarin mengirim surat pada Kemenperin," kata menkeu.Dalam waktu dekat, Kemenkeu akan berkoordinasi dengan PT Pertamina sebagai pemain utama penyaluran BBM subsidi. Pembicaraan mencakup kemungkinan penerapan selang kecil tersebut khusus buat LCGC."Soal teknis itu nanti mau saya tanya (ke Pertamina), tapi saya belum bisa bilang tanggalnya," kata Chatib.Sebelumnya, pelaku industri mengakui target konsumen LCGC meleset dari tujuan awal. Hal itu disampaikan Presiden Direktur Toyota Astra Motor Johnny Darmawan soal penjualan seri Toyota Agya yang masuk kategori mobil murah.Dia mengatakan, pasar LCGC mencapai kisaran 13.000-15.000 unit per bulan. Itu mencakup 4,16 persen dari total penjualan nasional.Rupanya, LCGC paling banyak dicari segmen konsumen lama. Padahal pelaku industri dan pemerintah awalnya berharap pembeli mobil murah adalah kategori new entry, artinya orang yang dulunya berkendara dengan sepeda motor."Target new entry belum sukses, baru 20-25 persen itu pembeli baru. Selebihnya 75-80 persen pembeli adalah customer kita juga, yang biasa membeli compact car, dan MPV. Padahal tujuan utamanya LCGC kan bagaimana dinikmati orang yang dulu naik motor,
Endah Kurnia
Jl. Radio Dalam No.34, Jakarta
08561808469
k.endah72@yahoo.com
Rating
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
  • icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
avatar
OYWtHAFUl
Kamis, 27 Oktober 2016 15:53
More posts of this qulyati. Not the usual c***, please
avatar
6wbsU4ODdL
Jumat, 28 Oktober 2016 22:07
Great hammer of Thor, that is polwlfuery helpful!
avatar
czAY7SM5DV0
Sabtu, 29 Oktober 2016 04:48
I think you've just captured the answer pefcertly http://vervez.com [url=http://wvwfocgjipc.com]wvwfocgjipc[/url] [link=http://tanoussulzm.com]tanoussulzm[/link]

Kirim tanggapan Anda

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan SolusiMobil dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. SolusiMobil akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut. SolusiMobil berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Mobile

E-Mail

Komentar
Redaksi: redaksi@solusimobil.com
Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi :
Telepon 021-574 7053 · Fax 021-824 33 979
Fransisca Ingrid di 0818-0891-3342 · sisca@mustangcorps.com · Blackberry: 22918E5B
Dini Magaski di 0818-0842-1246 · dini@mustangcorps.com · Blackberry: 224CB655

SUARA SEBELUMNYA

OPINI SEBELUMNYA

FOTO SEBELUMNYA

VIDEO SEBELUMNYA